Selasa, 24 Januari 2012

MENGAMATI PERKEMBANGAN OTAK MELALUI PERKEMBANGAN KEPALA BAYI

"APAKAH KEPALA ANAKKU NORMAL?"
Kepala bayi yang panjul atau malah sedikit peang haruskah membuat ibu kecewa?


Meski tampak imut-imut, kalau diperhatikan, sebagian bayi baru lahir agak mirip dengan "alien". Itu, lo, makhluk yang digambarkan berkepala aneh penghuni "alien nation". Ah tentu saja ini hanya bercanda. Sebenarnya dengan bentuk kepala seperti itu, mereka tetap imut-imut, kok. Hanya saja banyak orangtua agak kecewa dengan ketidaksempurnaan ini. "Bisa enggak ya bentuknya nanti membulat sempurna?" begitu harap mereka.

Agar tidak penasaran, yuk simak tanya jawab nakita dengan dr. Irawan Mangunatmadja, SpA(K). Beliau adalah spesialis anak yang mendalami saraf, berpraktik di RSCM dan Klinik Anakku, Cinere.

Dok, kepala bayi baru lahir, kok, panjul?

Sebelum lahir, antara tulang kepala bayi sebelah kiri dan kanan seperti terbelah oleh "jahitan" yang longgar. "Jahitan" tersebut adalah sutura yang berfungsi mempermudah proses kelahiran. Nah, dalam proses persalinan, sutura (persendian tak bergerak yang menggabungkan tulang-tulang tengkorak) akan saling menindih sehingga membuat kepala bayi mengecil. Dengan begitulah kepala bayi dapat melewati panggul ibu saat dilahirkan.

Kepala yang panjul biasanya terjadi pada proses persalinan normal yang mengalami hambatan. Kondisi ibu yang karena suatu sebab terus mengejan sementara bayi tertahan di panggul dalam waktu yang lama membuat kepalanya terbentuk memanjang. Bentuk kepala yang seperti ini disebabkan oleh edema (pembengkakan) akibat perdarahan di kulit kepala (kaput suksedaneum). Artinya, perdarahan tersebut sulit diserap oleh kulitsehinggaterjadilah sehingga terjadilah panjul.

Penyebab kepala panjul lain adalah bayi yang dilahirkan lewat pertolongan ekstraksi vakum. Bentuk kepalanya akan lebih lonjong akibat bekas tarikan oleh tindakan tersebut.

Apakah bentuk kepala panjul akan kembali normal?

Panjul yang disebabkan perdarahan di kulit dianggap tak berbahaya karena terjadi di luar tulang kepala. Dokter pun umumnya tidak akan berbuat apa-apa karena kondisi ini tak akan berlangsung lama. Sekitar satu atau dua hari, kepala bayi akan berubah ke bentuk normal.

Sedangkan panjul akibat tarikan alat bantu vakum biasanya dapat kembali normal dalam 1-2 bulan. Bila di luar waktu itu, belum mengalami perubahan, bayi perlu dibawa ke dokter.

Kenapa ada kepala bayi yang peang?

Bentuk kepala agak peang bukan lantaran proses kelahiran tetapi biasanya diturunkan orangtua. Namun, peang yang parah bisa terjadi pada bayi-bayi yang mengalami hipotoni atau kelemahan otot sehingga posisi tidurnya selalu telentang. Karena itulah kepala bagian belakangnya menjadi datar (peang). Kepala peang juga biasa terjadi pada bayi-bayi yang tidak senang tidur tengkurap dan memilih posisi tidur yang selalu telentang. Waspadai juga hal ini sebagai indikasi perkembangan bayi yang terhambat. Berkaitan dengan itu cermati perkembangannya. Saat usia 3-4 bulan, umpamanya, seharusnya bayi sudah bisa tengkurap. Kalau belum, segera beritahukan hal ini pada dokter.

Apakah pemakaian bantal bayi yang bagian tengahnya dekok atau bolong bisa menghindari peang?

Secara khusus tidak ada manfaatnya penggunaan batal seperti itu maupun bantal biasa untuk mencegah peang.

Pada kepala bayi sering terasa benjolan-benjolan, apakah itu berpengaruh pada bentuk otak?

Jangan khawatir. Walau bagian luar tampak benjol-benjol, susunan otak bayi tetap rapi karena otak dalam kepala terlindung oleh tengkorak. Keadaan luar tidak mencerminkan isi dalamnya.

Apa manfaat memantau setiap bulan perkembangan lingkar kepala bayi?

Penting sekali mengetahui apakah ukuran kepala bayi normal atau tidak. Bila normal berarti perkembangan otaknya bagus. Lingkar kepala memang mencerminkan perkembangan jaringan otak anak. Perkembangan otak berlangsung dari 0 bulan-18 tahun. Periode perkembangan emas otak terjadi sampai anak berusia 3 tahun. Untuk itu, setiap membawa bayi kontrol, jangan lupa meminta mengukur lingkar kepalanya. Lingkar kepala bayi 0-12 bulan sebaiknya diukur setiap 1 bulan sekali. Bila sudah 1 tahun ke atas cukup 2 bulan sekali. Bila hasilnya sesuai dengan grafik tumbuh kembang kepala anak atau tidak keluar dari garis batas atas/bawah grafik, ukuran lingkar kepalanya bisa dikategorikan normal. Sebaliknya, bila berada di luar garis batas atas/ bawah berarti "ada sesuatu" pada perkembangan otaknya. Meski belum tentu selalu signifikan, hal ini bisa dijadikan suatu prediksi adanya kelainan. Misal, mikrosefalus (kepala kecil) atau hidrosefalus (kepala besar). Dengan pemantauan tersebut setidaknya dokter dapat segera mendeteksi jika terjadi penyimpangan pada grafik tumbuh kembang kepala. Selanjutnya dari situ dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif agar kelainan/penyakit yang dialami bayi tidak berkembang menjadi lebih berat.

Berapa ukuran ideal pertumbuhan lingkar kepala bayi?

Tiga bulan pertama kurang lebih pertumbuhannya sekitar 2 cm tiap bulannya. Tiga bulan berikutnya. berkisar 1 cm per bulan. Sedangkan 6 bulan terakhir kurang lebih 1/2 cm per bulannya. Yang paling penting ketika mengukur lingkar kepala bayi adalah mengamati titik perkembangan itu, apakah kecenderungannya ke atas atau ke bawah.

Bila grafiknya pertumbuhan kepala bayi naik-turun tapi tetap berada dalam garis batas atas/bawah, bagaimana?

Bila hasil pengukuran kepala bayi terkadang naik-turun tapi masih dalam garis batas atas dan bawah, tak perlu khawatir. Itu tergolong normal. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi. Ketika grafiknya menurun, bisa jadi pertanda pada bulan itu, gizi si bayi sedang buruk. Sebaliknya bila grafiknya meningkat, berarti gizi si bayi sedang baik.

Bagaimana dengan ubun-ubun, bisakah dijadikan ukuran perkembangan otak bayi?

Ubun-ubun juga dapat dijadikan indikator perkembangan otak bayi Ubun-ubun mulai menutup pada usia 9 bulan dan menutup sempurna pada usia 18 bulan. Seiring dengan perkembangan otak yang semakin membesar maka akan semakin tertutup pula ubun-ubun bayi.

Berapa ukuran normal ubun-ubun bayi?

Idealnya ubun-ubun bayi memiliki diameter 2 cm. Dengan semakin berkembangnya otak bayi, maka ukuran ubun-ubunnya akan semakin kecil dan lambat laun menutup. Ubun-ubun yang membesar misalnya terjadi pada bayi berusia 12 bulan yang ubun-ubunnya masih berdiameter kurang lebih 4 cm. Jaringan otaknya kemungkinan tidak berkembang sempurna. Atau mungkin saja ia menderita hidrosefalus sehingga otaknya mendapat tekanan dari cairan dan membuat ubun-ubunnya membesar.

Bagaimana cara mengamati ubun-ubun bayi?

Caranya dengan mengukur diameternya ubun-ubun. Jangan takut untuk memegang ubun-ubun bayi karena ada pelindungnya berupa selaput tengkorak yang tipis. Meski terlihat lunak, tapi selaput itu sangat kuat. Selain itu, cermati, apakah ubun-ubunnya cembung atau malah cekung. Meski ubun-ubun yang menonjol tidak selalu berarti bayi menderita sakit---sebab, saat menangis pun ubun-ubunnya akan menjadi tegang dan menonjol---namun waspadai bila disertai demam. Kondisi ini bisa menjadi pertanda telah terjadi infeksi pada bayi; bisa infeksi di bagian telinga atau di otak. Untuk itu segera konsultasikan ke dokter.

Sedangkan ubun-ubunnya yang tampak cekung pada bayi berusia 1 tahun dapat jadi pertanda perkembangan otak yang tidak sempurna yang ditandai dengan volume otak yang tidak sesuai atau lebih sedikit dari perkembangan otak anak yang normal. Inilah yang membuat ubun-ubunnya menjadi cekung. Kasus ini pun harus segera dilaporkan ke dokter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar